Pentingnya Kebijakan Investasi dan Semesta Investasi (Investment Universe)

MMD

Thu, 15 Jan 2026

Pentingnya Kebijakan Investasi dan Semesta Investasi (Investment Universe)

Bahkan bagi individu yang mengelola modalnya sendiri secara mandiri, menyusun Kebijakan Investasi (Investment Policy Statement - IPS) dan menentukan Semesta Investasi (Investment Universe) adalah praktik terbaik yang sangat disarankan. Hal ini memberikan disiplin dan fokus yang diperlukan untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang. Tanpa kerangka kerja ini, seorang investor sering kali "menyimpang dari jalur" akibat hujan informasi pasar (market noise) atau malah mungkin bias pribadi (keputusan yang subjektif).


Secara singkat, Investment Universe berisi aset investasi yang dapat kamu beli dan investasikan. Sementara itu, Investment Policy Statement (IPS) adalah kebijakan investasi tertulis yang menjadi panduan kamu dalam mengelola investasi kamu.


Sebuah Kebijakan Investasi (IPS) yang disusun dengan baik setidaknya harus mencakup informasi berikut:


  • Tujuan Investasi: Target yang diterjemahkan ke dalam kriteria SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound), termasuk perhitungan nilai masa depan untuk kebutuhan seperti dana pensiun atau pendidikan.
  • Profil Investor: Rincian mengenai usia, situasi keluarga, latar belakang profesional, dan cakrawala waktu investasi.
  • Profil Risiko: Penilaian terhadap toleransi risiko dan kemampuan psikologis investor dalam menghadapi fluktuasi pasar atau kerugian finansial.
  • Alokasi Aset Strategis (SAA): Penentuan bobot target untuk berbagai kelas aset seperti saham, pendapatan tetap, kas, dan aset alternatif.
  • Batas Minimum dan Maksimum Taktis: Rentang kendali untuk setiap kelas aset. Jika porsi aset keluar dari rentang ini, portofolio dianggap "menyimpang" dan wajib dilakukan penyeimbangan ulang (rebalancing).
  • Semesta Investasi: Dokumentasi formal mengenai seluruh jenis aset atau instrumen yang diizinkan untuk dikelola berdasarkan keahlian manajer dan batasan hukum.
  • Batasan Konsentrasi: Larangan agar tidak ada satu posisi aset pun yang melebihi persentase tertentu (biasanya maksimal 10%) guna menghindari risiko konsentrasi berlebih.
  • Batasan dan Pengecualian Investasi: Mencakup preferensi khusus seperti kriteria ESG (menghindari sektor rokok, senjata, dll.) serta larangan aktivitas berisiko tinggi seperti penggunaan daya ungkit (leverage) atau penjualan kosong (short-selling).

Kami akan bahas Alokasi Aset Strategis (SAA) di artikel berikutnya. Untuk sekarang, berikut manfaat memiliki Investment Universe dan IPS :



1. Melawan Bias dan Emosi


Salah satu manfaat utama bagi investor mandiri adalah terciptanya "Kompas" yang memandu mereka saat volatilitas pasar sedang tinggi.


  • Penalaran Reflektif vs. Refleksif: Otak manusia sering kali secara otomatis menggunakan penalaran refleksif—reaksi emosional yang cepat—saat pasar sedang tertekan. IPS memaksa kita untuk menggunakan penalaran reflektif, memastikan keputusan diambil berdasarkan data, bukan karena panik atau keserakahan. FOMO juga termasuk di sini nih.
  • Melindungi dari Bias: Kebijakan tertulis membantu mengurangi kesalahan umum seperti Loss Aversion (kecenderungan lebih takut rugi daripada menikmati keuntungan), Overconfidence (terlalu percaya diri dalam menilai investasi), dan Disposition Effect (kecenderungan menahan aset rugi terlalu lama tetapi terlalu cepat menjual aset yang untung). Disiplin mengurangi keputusan yang Bias dan dapat menghindari kesalahan yang sangat mudah dihindari.
2. Menerjemahkan Impian menjadi Tujuan "SMART" yang Nyata


Kerangka kerja mandiri mengubah keinginan abstrak menjadi peta jalan yang konkret.


  • Kriteria SMART: Dengan mendokumentasikan tujuan, investor memastikan target mereka bersifat Specific (Spesifik), Measurable (Terukur), Achievable (Dapat Dicapai), Relevant (Relevan), dan Time-bound (Memiliki Batas Waktu). SMART adalah prinsip menyusun tujuan keuangan ala T.R.A.I.L Investment yang kami sadur dari materi FPWMP (Financial Planning and Wealth Management Professional) dari CFI (Corporate Finance Institute).
  • Cakrawala Waktu (Time Horizons): Hal ini membantu kita mengategorikan tujuan ke dalam jangka pendek (<1 tahun), menengah (1–5 tahun), dan jangka panjang (>5 tahun), yang nantinya menentukan tingkat risiko yang tepat untuk masing-masing kategori. Dari tujuan dan risiko, akan sangat mudah memilih aset investasi yang harus menjadi fokus kita masing - masing.
  • Mengukur Kebutuhan: Kebijakan ini menghitung nilai masa depan (Future Value) yang dibutuhkan untuk peristiwa besar, seperti pensiun atau pendidikan anak, serta menentukan berapa tingkat tabungan bulanan yang diperlukan untuk menutupi kekurangan dana.
3. Membangun Disiplin Strategis melalui Investment Universe


Investment Universe berfungsi sebagai jaring pengaman agar investor tetap berada dalam "lingkaran kompetensi" kamu.


  • Kapabilitas Manajemen: Hal ini membatasi investor pada aset yang benar-benar mereka pahami (misalnya ala T.R.A.I.L yaitu saham Indonesia, obligasi, mata uang USDIDR, emas dan kripto Bitcoin), mencegah kamu berspekulasi pada instrumen yang belum kamu pahami sekali atau malah belum sempat dilakukan analisis mendalam untuk memahami segala sesuatu yang penting pada aset tersebut.
  • Batas Risiko dan Konsentrasi: Kerangka kerja ini menetapkan Batas Strategis, seperti memastikan tidak ada satu posisi saham pun yang melebihi 10% dari total nilai portofolio. Ini mencegah satu kesalahan transaksi menghancurkan seluruh "dana simpanan" kamu. Kami sarankan sebesar maksimal 10% per saham dari total alokasi portofolio di pasar saham - walaupun angkanya bisa berubah tergantung kamu.
  • Keselarasan dengan Nilai Pribadi: Kamu mungkin hanya ingin berinvestasi pada aset investasi sesuai syariah atau setidaknya yang memiliki nilai ESG (Environment, Social dan Governance) seperti kamu tidak mau berinvestasi pada saham rokok, batubara atau alkohol.
4. Pengukuran Kinerja yang Profesional


Investor amatir sering kali menilai kesuksesan hanya dari apakah saldo akun mereka naik; namun profesional mengukur diri mereka terhadap sebuah Tolok Ukur (Benchmark).


  • Imbal Hasil Relatif: IPS mengidentifikasi indeks relevan sebagai pembanding, membantu investor memahami apakah mereka benar-benar memberikan nilai tambah atau apakah sebaiknya mereka berinvestasi di dana indeks pasif saja.
  • Alokasi Aset Strategis (Strategic Asset Allocation - SAA): Ini menentukan bobot target untuk saham, pendapatan tetap, dan kas, serta memberikan batas Minimum dan Maksimum Taktis yang menjadi pemicu untuk melakukan penyeimbangan ulang (rebalancing) ketika portofolio mulai keluar dari jalur.
Kami memiliki e-course untuk strategi investasi (Trading) dengan Analisis Teknikal yaitu : Trading System Untuk Multi Investment Assets di sini : https://trailinvestment.id/home/courses?category=trading-strategy


Selamat belajar.

0 Comments

Leave a comment